Ma’had news Dakwah dalam benak dan pikiran kita adalah ceramah di depan jamaah. Padahal sejatinya dakwah bisa bermakna luas. Dalam arti luas dakwah bisa dengan lesan, tulisan dan sikap/perilaku. Dakwah dengan lesan biasanya dilakukan oleh seseorang yang agak terbatas jumlahnya. Karena tidak setiap orang mempunyai nyali dan keterampilan berbicara didepan umum.
Begitu pula dakwah dengan tulisan. Sedikit sekali yang memiliki hoby tulis menulis. Sebuah gambaran, dalam satu kelas kadang tidak ada anak yang punya kesenangan pada dunia jurnalistik ini. Padahal dengan tulisan, kita bisa menyampaikan informasi, pesan moral/dakwah dan lainnya.
Ada hal yang menggembirakan dari sebagian santri yang mondok di pesantren madrasah Darul Fikri MTsN 3 Bojonegoro saat liburan. Secara tidak langsung para santri telah berdakwah menarik simpati orang-orang di sekitarnya. Dakwah yang di lakukan termasuk jenis dakwah bil haal, yakni dakwah dengan perilaku.
Tidak sedikit dari para santri saat di rumah akrab dengan masjid. Sering adzan, ngaji mandiri dan membantu orang tua di rumah. Sehingga tetangga dan masyarakat terkesan dan bersimpati. Karena perilaku seperti itulah tidak sedikit diantara wali murid menyekolahkan dan memasukkan pondok dimana santri tersebut sekolah dan mondok. (mud)
Dalam perjalanannya tidak sedikit pada sebuah lembaga terjadi fluktuasi kwalitas. Maksudnya, pada masa tertentu sebuah lembaga kondisinya bagus, tetapi pada masa yang lain terjadi penurunan. Baik tidaknya sebuah lembaga secara kasat mata bisa dilihat dari beberapa hal.
Diantara beberapa hal yang menjadi parameter bagus tidaknya lembaga antara lain :
Sistem manajemen yang baik dan benar
Animo (daya tarik) masyarakat menguat
Ada prestasi lembaga dari berbagai kompetisi
Legal formal lembaga diakui/terakreditasi
Untuk jenis lembaga pesantren madrasah di wilayah Bojonegoro, ma’had/pesantren madrasah Darul Fikri MTsN 3 Bojonegoro terbilang baik dari sisi animo masyarakat. Daya tarik wali murid untuk mendaftarkan anaknya ke lembaga ini tergolong tinggi. Hal ini bisa dilihat dari sisi pendaftaran santri. Tahun ini setelah masa pendaftaran dibuka, sebanyak 40 santri baru telah menyerahkan formulir, sementara yang tamat/keluar hanya 11 santri.
Begitu tingginya lonjakan jumlah peminat pada lembaga ini sehingga pengelola mempersiapkan akomodasi dan segala sesuatunya sejak dini. Hal ini manjadi salah satu bukti bahwa sistem pengelolaannya tergolong baik. Dan pengelolaan yang baik tidak lepas dari kebersamaan kompaknya para pengelola dalam memajukan lembaga. (mud)
Peran Wakaf Dalam Pengembangan Pendidikan Islam sangatlah besar, sebab tanpa adanya Wakaf para lembaga pendidikan akan sulit untuk mengembangkan kualitas sarana maupun pelayanan pendidikan pada siswanya.
Sejak zaman dahulu, wakaf telah dikenal masyarakat sebagai suatu lembaga sosial yang mampu menyalurkan harta benda untuk kepentingan (kemashlahatan) umum. Wakaf merupakan salah satu ibadah sunah bagi umat Islam dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah swt. Oleh karenanya, wakaf merupakan ibadah yang bercorak sosial ekonomi yang memiliki peran yang cukup penting dalam Islam. Wakaf telah memainkan peran yang sangat penting terkait tentang kesejahteraan masyarakat muslim, baik di bidang pendidikan, kegiatan keagamaan, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial lainnya.
Wakaf tidak hanya untuk orang-orang fakir dan miskin saja, tetapi wakaf menjadi modal untuk membangun lembaga pendidikan, perpustakaan dan membayar gaji pegawai, gaji para guru dan beasiswa untuk para siswa dan mahasiswa. Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan wakaf telah menarik perhatian negara untuk mengatur pengelolaan wakaf sebagai sektor untuk membangun kesejahteraan sosial dan ekonomi umat.
Wakaf merupakan pranata keagamaan dalam Islam, hubungan langsung secara fungsional dengan upaya pemecahan masalah-masalah sosial dan kemanusiaan, seperti pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat dan pendidikan. Semua itu tentu membutuhkan dana yang banyak untuk membiayai kebutuhannya, seperti biaya gaji guru, menyediakan sarana dan prasarana, serta biaya para pelajar dalam masa pendidikan. Keterbatasan biaya pendidikan selalu menjadi sebab kegagalan dalam dunia pendidikan. Jadi sangat cocok jika wakaf menjadi salah satu sumber dana dalam memajukan pendidikan Islam, yang semakin tertinggal jika dibanding dengan pendidikan barat. Peranan wakaf sangat penting untuk mengentaskan kemiskinan dan masalah perekonomian baik dalam bidang sosial, kemanusiaan dan pendidikan. Menarik kita telaah lebih jauh bagaimana isi tulisan dari beliau.
Sebagai salah satu pilar kesejahteraan umat, lembaga wakaf mempunyai peran yang signifikan sebagai instrumen pengembangan ekonomi Islam. Dalam jangkauan yang lebih luas, kehadiran wakaf dapat pula dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama jika wakaf dikelola dengan manajemen yang rapi, teratur dan profesional.
Umat Islam seharusnya memainkan peranan yang baik dalam kepemimpinan dan menjadi contoh yang baik dalam lembaga yang dipimpinya, karena umat percaya dengan pengelolaan yang baik dapat memenuhi kebutuhan dan memakmurkan kehidupan jika semuanya dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Seperti motto yang diambil dari ayat Al-Qu’an “ Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.
Pengelolaan wakaf di Indonesia saat ini masih belum maksimal karena wakaf hanya difungsikan sebagai tempat ibadah saja. Padahal wakaf bisa dikembangkan lebih luas untuk kepentingan umum, baik dibidang pendidikan, keagamaan, dan perekonomian masyarakat. Pengembangan wakaf harus melalui lembaga wakaf yang profesional yang bisa mengatur dan mengelola hasil wakaf dengan baik. Sehingga hasil wakaf bisa dinikmati dan membawa kemaslahatan umum.
Salah satu kelemahan sistem pengelolaan wakaf di Indonesia saat ini adalah hilangnya penerapan sistem syariah Islam. sebaliknya justru malah menerapkan sistem yang dibawa oleh Barat, yaitu sistem kapitalis dan sosialisme yang terbukti gagal dalam mengatur dan menjaga kestabilan ekonomi dunia saat ini.
Dengan kembalinya pada sistem Islam diharapkan peran wakaf bisa menjadi alternatif untuk mensejahterakan masyarakat dengan dikelola secara produktif dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Itu berarti wakaf dapat menjadi sumber pendanaan dari umat untuk umat baik untuk kepentingan keagamaan, sosial, maupun ekonomi. Untuk itu pemahaman terhadap fungsi wakaf perlu disosialisasikan dan menjadi gerakan kolektif seluruh lapisan masyarakat dalam rangka memperbaiki ekonomi umat.
Perlu sekali Bagi Orang Tua untuk belajar mengenai Psikologi Perkembangan Pada Anak sehingga orang tua dapat memahami perkembangan anak-anak sesuai umurnya.
Perkembangan kognitif pada anak merupakan perubahan pada kemampuan pemikiran, intelegensi, dan bahasa individual untuk memahami berbagai obyek. kemampuan ini sangat penting bagi anak karena untuk penyesuaian pribadi dan sosial anak pada lingkungan jika anak memiliki pengertian dan pemahaman tentang obyek yang di lihatnya. Seperti manusia, hewan, benda, atau peristiwa. Memandang benda yang berwarna yang berayun-ayun di atas tempat tidur bayi, merangkai satu kalimat yang terdiri atas dua kata, menghafal syair, membayangkan seperti apa rasanya menjadi bintang film, dan memecahkan suatu teka teki silang semuanya mencerminkan peran proses-proses kognitif dalam perkembangan dalam keterampilan-keterampilan motorik dan bahasa. ( Bassuk, 1991; Raffery dan Shin, 1991).
Perkembangan kemampuan dan pemahaman anak dapat diperoleh dari hasil kematangan intelektual dan dari pengetahuan yang diperoleh oleh anak yang cukup panjang. dan kemampuan untuk memahami dan mengerti mengandung proses berfikir. Dalam tahapan berfikir yang dikemukakan oleh jean peaget meliputi; tahapan sensori motorik (usia sekitar lahir sampai 2 tahun), tahap praoperasioanal (usia 2-7 tahun), dan tahapan operasi kongret (usia 7-12 tahun).
Diatas disebutkan bahwa perkembangan kognitif pada anak juga mencangkup kemampuan bahasa pada perkembangan anak. Ternyata perkembangan kemampuan bahasa pada anak tidaklah sama, ada yang sudah bisa mengucapkan kata-kata dan tetapi juga ada anak yang mengalami keterlambatan berbicara dan bahkan belum bisa mengoceh. Padahal pada umumnya anak sudah bisa mengoceh pada usia 10 bulan dan berbicara pada usia 18 bulan, meskipun hanya bisa mengucapkan kata “papa” atau “mama”.
Nah apa itu gangguan bahasa dan berbicara? Gangguan bahasa atau berbicara adalah keterlambatan berbicara pada anak yang tidak sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Keterlambatan bahasa pada anak ini terjadi karena dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal.
Ada beberapa gangguan bahasa dalam Faktor internal, yaitu; pertama: Gangguan keturunan, gangguan ini timbul karena retardasi mental, ketulian, gangguan saraf, cacat lidah, gigi, bibir, langit-langit dan anak lidah dan terkadang juga dikarenakan ganguuan perkembangan bicara sepeti gagap dan gangguan saraf-saraf motorik. Kedua, gangguan pendengaran, gangguan ini terjadi karena disebabkan adanya infeksi telinga. Jika anak mengalami gangguan ini anak akan mengalami hambatan dalam memahami, meniru, menggunakan bahasa dan anak biasanya tidak akan memberikan respons terhadap bunyi-bunyian yang ada disekitarnya. Ketiga, ganguan kejiwaan atau autisme, pada gangguan ini anak perlu latihan stimulasi kontak dengan matanya, karena anak autisme tidak mau melakukan kontak mata dengan lawan bicara. Keempat, anak akan mengalami hambatan dalam bahasa karena diakibatkan penyakit atau infeksi pada otak, aliran darah ke otak dan kelumpuhan saraf yang menggerakkan otot bicara.
Sedangkan faktor eksternal atau lingkungan terjadi karena anak terasingkan dari lingkunganya dan diperlakukan dengan sengaja (sebagai eksperimen) dan bisa juga hidup bukan pada alam manusia, seperti di hutan yang jauh dari peradaban manusia. Dan selain itu ada beberapa macam gangguan bahasa pada anak, yaitu; pertama, Afasia adalah gangguan bahasa pada anak karena kehilangan kemampuan membentuk kata-kata atau menangkap arti kata-kata sehingga pembicaraan tidak dapat brlangsung dengan baik, kedua; Gagap adalah gangguan kelancaran berbicara atau abnormalitas dalam kecepatan atau irama bicara.
Gangguan berbahasa atau keterlambatan berbicara pada anak dapat diketahui apabila anak sudah berusia 10 bulan sampai 2 tahun anak masih belum bisa mengatakan kata-kata yang mudah seperti “Ibu” atau “Bapak”. Gangguan ini terjadi karena faktor internal dan kesternal seperti keturunan atau lingkungan anak itu sendiri. Jika anak mengalami ganguan berbahasa peran orang tua sangat penting, orang tua harus mengikuti dan mengetahui perkembangan anaknya karena jika anak mengalami keterlambatan berbahasa atau pertumbuhan fisik bisa ditangani dengan cepat.
Bahaya Depresi Pada Anak yang sering terlewatkan oleh orang tua, Depresi pada anak-anak adalah ganguan suasana hati yang terjadi melebihi kenormalan, kesedihan sementara. Depresi diperkirakan terjadi sekitar 2 persen pada anak prasekolah dan meningkat sebanyak 2,8 persen pada anak dibawah 13 tahun. Gejalanya adalah ketidakmampuan untuk bersenang-senang atau berkonsentrasi, sakit pinggang, aktivitas yang ekstrim atau apatis, menangis, masalah tidur, perubahan berat badan, keluhan fisik, perasaan tidak berguna, merasa tidak memiliki teman, atau fikiran tentang kematian atau bunuh diri yang sering muncul.
Depresi anak-anak adalah tanda dimulainya masalah-masalah yang berulang-ulang yang menetap pada masa dewasa nanti. Penyebab utama depresi anak belum diketahui tapi anak yang depresi cenderung berasal dari keluarga dengan pola pegnasuhan penuh tekanan, kecemasan, kemampuan melecehkan atau perilaku anti sosial. Situasi dalam keluarga seperti ini meningkatkan risiko depresi pada anak-anak.
Anak yang berusia 5 atau 6 tahun secara akurat dilaporkan mengalami depresi suasana hati dan perasaan yang memicu terjadinya permasalahan nantinya, dari masalah akademis hingga depresi utama dan bunuh diri. Depresi sering kali muncul selama masa transisi pertengahan sekolah dan berhubungan dengan tekanan akademis yang kaku, rasa percaya diri yang lemah, dan kurangya investasi personal untuk keberhasilan akademis.
Adapun beberapa teknik penanganan perawatan psikologis untuk Bahaya Depresi Pada Anak dapat menggunakan beberapa bentuk.
Psikoterapi Individual
Dalam hal ini terapis melihat anak satu persatu, membantu anak mendapatkan pemahaman diri dalam kepribadianya dan dalam relasi serta menginterprestasikan perasaan daan perilau. Perawatan seprti ini dapat membantu melewati saat stres, seperti kematian oarng atau perceraian orang tua. Bahkan ketika anak tidak menunjukan tanda-tanda terganggu. Psikoterapi anak biasanya lebih efektif ketika dikombinasikan dengan konseling orang tua.
Dalam terapi keluarga, terapis melihat keluarga secara bersama-sama, mengobservasi bagaimana anggota berinteraksi dan menunjukan keduanya baik pertumbuhan keduanya baik pertumbuhan yang menghasilkan atau pertumbuhan yang menghalangi atau yang merusak fungsi keluarga. Terapi dapat mebantu orang tua menghadpai konflik mereka dan mulai memecahkannya. Hal ini sering kali merupakan langkah awal untuk memcahkan permasalahan anak-anak.
Terapi Perilaku
Terapi perilaku adalah terapi psikologis singkat bertarget yang lebih menangani gambaran terkini berbagai gangguan ketimbangan, mengurusi perkembangan sebelumnya. Terapi ini didasarkan pada teori pembelajaran perilaku, yang selanjutnya didasarkan pada classical dan operant conditioning. Dan Perilaku adalah respon yang timbul secara eksternal, dipengaruhi oleh stimulus lingkungan dan dapat dikontrol secara primer oleh konsekuensinya Perilaku dapat diamati, diukur, dan dicatat oleh diri sendiri maupun orang lain.
Terapi perilaku (Behaviour therapy, behavior modification) adalah pendekatan untuk psikoterapi yang didasari oleh Teori Belajar (learning theory) yang bertujuan untuk menyembuhkan psikopatologi seperti; depression, anxiety disorders, phobias, dengan memakai tehnik yang didisain menguatkan kembali perilaku yang diinginkan dan menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan. Dan terapi perilaku juga dapar didefinisikan sebagai penggunaan prinsip dan paradigm belajar yang ditatpkan secara eksperimental untuk mengatasi perilaku tidak adaptif. Dalam prakteknya, terapi perilaku adalah penekanan pada analisis perilaku untuk menguji secara sistematik hipotesis mana terapi didasarkan.
Terapi Bermain
Terapi bermain adalah bagian perawatan pada anak yang merupakan salah satu intervensi yang efektif bagi anak untuk menurunkan atau mencegah kecemasan sebelum dan sesudah tindakan operatif . Dengan demikian dapat dipahami bahwa didalam perawatan pasien anak, terapi bermain merupakan suatu kegiatan didalam melakukan asuhan keperawatan yang sangat penting untuk mengurangi efek hospitalisasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.
Terapi bermain menggunaan model-model teoritis secara sistematis untuk menjalin sebuah proses interpersonal dimana seorang terapis menggunakan kekuatan-kekuatan terapetik dari kegiatan bermain, untuk membantu para klien dalam mencegah atau mengatasi masalah-masalah psikososial dan mencapai taraf pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Terapi bermain terlatih menggunakan kuasa terapeutik bermain,untuk menolong anak-anak mencegah atau menyelesaikan masalah psikososial dan mencapai pertumbuhan dan perkembangan optimum.
Setelah memberi penegasan bahwa syafaat Rasulullah saw. itu tidak gratis dan harus ditebus dengan memperbanyak sujud semasa di dunia, Mas Yai kemudian mengkaji hadis yang diriwiyatkan HR. Al-Bukhari dan Muslim.
Mas Yai menggambarkan kondisi umat manusia dari zaman Nabi Adam as. hingga akhir zaman yang berkumpul menjadi satu di tempat yang luas. Tempat itu disebut dengan padang mashyar. Betapa beratnya penderitaan umat manusia saat itu. Mereka mencari-cari bantuan yang bisa menyelamatkan mereka dari kegetiran hari akhir itu.
Kemudian Mas Yai mengkaji kitab Shohih Muslim hadis ke 193 tentang syafaat Rasulullah saw.
“Dikumpulkanlah seluruh manusia dalam sebuah pelataran luas, mulai manusia pertama hingga yang terakhir. Mereka terdengar oleh siapa pun yang memanggil dan terlihat oleh siapa pun yang memandang. Matahari begitu dekat hingga mereka tak sanggup lagi menanggung penderitaan dan kepedihan.
Mereka bertanya, “Apakah kalian tidak melihat apa yang tengah kalian alami? Apakah kalian tidak melihat sosok yang bisa meminta syafaat (pertolongan) kepada Tuhan untuk kalian?” Sebagian menjawab, “Kalian harus mendatangi Adam.”
Mereka pun berbondong-bondong menuju Adam as. Kepadanya mereka memohon, “Engkau adalah Abu al-Basyar. Diciptakan Allah langsung dengan tangan-Nya. Ruh-Nya ditiupkan kepadamu. Malaikat diperintah sujud kepadamu. Maka mintalah syafaat kepada Tuhan untuk kami. Apakah engkau tidak melihat keadaan kami? Apakah engkau tidak melihat apa yang tengah kami alami?”
Adam menjawab, “Hari ini, Tuhanku pun murka kepadaku, murka yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tak akan pernah murka setelahnya. Dia melarangku mendekati pohon tapi aku melanggarnya. Diriku, diriku, diriku, pergilah kalian kepada selainku. Coba temuilah Nuh ‘alaihissalam.”
Akhirnya, mereka berbondong-bondong menuju Nabi Nuh, tapi beliau pun angkat tangan. Tidak bisa memintakan pertolongan kepada Allah. Demikian pula saat menemui Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Para nabi itu tak bisa meminta pertolongan kepada Allah swt. Sebab mereka malu atas dosa dan kesalahan yang pernah mereka alami tatkala masih hidup di dunia. Hingga terakhir mereka diarahkan kepada nabi terakhir, Rasulullah saw.
Kali ini, mereka menemui Rasulullah saw. dan menyampaikan, “Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang akan datang dan yang telah lalu. Mohonlah pertolongan kepada Tuhan untuk kami. Tidakkah engkau melihat apa yang tengah menimpa kami?”
Nabi saw. bersabda, “Aku pun pergi menuju bawah ‘Arasy. Di sana aku bersujud pada Tuhanku. Lalu Allah membukakan kebaikan-kebaikan-Nya kepadaku, yang belum pernah dibukakan kepada seorang pun sebelumku. Setelah itu, terdengarlah seruan, ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah engkau, niscaya diberi. Mintalah pertolongan, niscaya dipenuhi.’ Aku mengangkat kepala dan berkata, ‘Umatku, ya Tuhan. Umatku, ya Tuhan. Umatku, ya Tuhan.’ Terdengar lagi ada yang bicara, ‘Wahai Muhamad, masukkanlah umatmu dari golongan hamba yang tidak dihisab ke dalam surga melalui pintu sebelah kanan. Namun sekelompok mereka masuk dari selain puntu itu” (HR al-Bukhari dan Muslim).Mas Yai bertanya kepda jamaah yang hadir. “Ketika Rasulullah saw. memohon pertolongan Allah swt. untuk umat beliau, apa yang beliau lakukan?”
“Sujud… (salat).” jawab jamaah serempak.
“Jadi sudah sangat jelas dan gamblang, bahwa syafaat Rasulullah saw. tidak bisa kita dapatkan dengan cara yang gratis. Tetapi harus memperbanyak bersujud kepada Allah swt.,” tegasnya.
Wallahu a’lam bisshowaf.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Setitik ilmu yang terdapat di dalam artikel ini, sudah saya mintakan rida dan tashih dari Kiai Mahrus. Biidznillah, beliau telah rida dengan ilmu yang saya dapatkan ini. Barokallah.
Simorejo, 5 Juni 2022
Oleh: Slamet Widodo, S.Pd. Guru MTs Negeri 3 Bojonegoro
Kepohbaru – Peringatan Idul Adha 1441 H. di MTs Negeri 3 Bojonegoro berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan takbir bersama, salat ied dan pemotongan hewan kurban di madrasah ditiadakan.
Wakil kepala urusan kesiswaan, Sholikin, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA) mengatakan, keputusan itu diambil karena lembaga di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) ini, mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah. “Upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tulisnya.
Pria yang akrab disapa Pak Sholikin ini menambahkan, sampai saat ini peserta didik masih belajar secara daring dan masih tetap di rumah. “Anak-anak dianjurkan untuk mengikuti kegiatan (takbir keliling, salat ied dan pemotongan hewan kurban) di rumah,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan kepala madrasah. Biasanya daging kurban dibagikan kepada peserta didik yang berhak menerima. Selain itu juga kepada warga masyarakat sekitar.
Sebagai gantinya, hewan kurban disalurkan melalui kantor Kemenag Kabupaten Bojonegoro. “Mengingat ada beberapa daerah sasaran kurban yang sangat membutuhkan,” tutur H. Juki.
Selain itu, tambahnya, ada penyembelihan kambing kurban dari salah satu guru madrasah yang ia pimpin. “Dari Bu Hj. Gunasih,” jelasnya.
Masih kata Pak Juki, begitu ia biasa disapa, hewan kurban tersebut akan dipotong pada Sabtu, (1/8/2020). Daging kurban akan disalurkan kepada santri, asatiz pesantren madrasah (Pesmad) Darul Fikri serta dewan guru. “Pada hari itu, seluruh santri masuk pesmad,” tambahnya.
Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat membentuk rasa kebersamaan guna mewujudkan visi dan misi madrasah. “Tercapainya madrasah hebat dan bermartabat,” pungkasnya (Widodo)
Semua orang pasti sepakat, jika melihat anak kecil pasti ada rasa senang dan cenderung ingin menggendong, mencium atau mencubitnya. Siapa yang tidak gemas ketika melihat si kecil dengan pipi bakpao, mata bening dan belok, bibir mungil nan manis, kulit lembut dan bau khas. Bahkan ada pula yang berusaha membuat agar anak kecil tersebut menangis. Sebab, tangisan anak kecil terdengar sangat merdu dan tampak lucu. Jika sudah menangis, orang tua akan menggendong, merayu dengan memberikan sesuatu agar tenang kembali.
Menurut para peneliti dari Yale University, seperti dilansir di detikhealth (28 Januari 2013). Setiap kali seseorang melihat atau menemukan sesuatu yang menggemaskan, logika akan menganggap hal tersebut harus diperlakukan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Namun sebaliknya, sebagian kasus muncul perilaku agresif atau semi agresif seperti ingin mencubit atau membuat suara.
Rebecca Dyer, ketua peneliti menjelaskan, “perilaku agresif bisa disebabkan oleh efek ‘high-positive’ dari emosi yang sangat positif, adanya orientasi pendekatan dan rasa hampir kehilangan kontrol.” (dikutip dari Medindia, 28/1/2013)
Anak kecil dengan segala tingkahnya akan terlihat lucu. Semua orang yang melihatnya pasti dibuat tersenyum. Makan berlepotan, menumpahkan makanan dan minuman itu hal biasa dan wajar. Memanjat kursi, menaiki meja menjadi hal yang lazim dilakukan. Membuat isi rumah berantakan adalah sesuatu yang sedap dipandang mata. Tembok yang semula bersih tiba-tiba terdapat lukisan abstrak yang memesona. Bicaranya ceplas-ceplos dan polos sangat merdu didengar oleh telinga. Ketika punya keinginan harus segera dipenuhi, tak bisa ditunda. Apabila perasaannya sedang tidak menentu dan tidak nyaman, akan diekspresikan dengan tangisan. Semua itu sukses menarik perhatian orang tua.
Namun, sebagian orang tua menganggap semua kegiatan yang dilakukan anak kecil itu tidaklah wajar. Akhirnya orang tua melarangnya, tidak boleh begini-begitu. Orang tua khawatir anaknya celaka, jatuh dan terluka. Karena naluri balita cenderung aktif, maka mereka tak mengindahkan larangan orang tua. Sehingga, orang tua menganggap bahwa hal itu disebut anaknya nakal.
Perlu diketahui, anak-anak cenderung sangat aktif, suka bergerak dan berlarian kesana-kemari. Memanjat, naik, turun. Ia tidak bisa atau jarang berdiam di satu tempat dalam waktu yang lama. Hal itu menunjukkan anak Anda adalah anak yang cerdas. Sebab ia banyak mencoba dan belajar dari aktivitas-aktivitas yang ia lakukan.
Hal itu dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw. dalam sabdanya.
“Aktifnya anak kecil akan menambah akalnya ketika dia dewasa nanti.” (HR. Tirmizi)
Menurut Muhammad Ali dalam Shalah al-Buyut fi Juhdi al-Nabi mengutip pendapat Imam Nawawi, bahwa aktifnya anak kecil (maksudnya kepekaan dan ketajaman instingnya) laksana burung gagak yang tangkas dan cepat. Keaktifan dan kreativitasnya adalah tanda kecerdasannya.
Sebaliknya, menurut Muhammad Said Mursi dalam kitabnya yang berjudul Fannu Tarbiyati al-Aulad fi al-Islam, anak pendiam yang suka menyendiri dan tidak terlalu aktif cenderung tumbuh menjadi anak yang pasif, lemah, dan takut mencoba hal-hal baru.
Bapak/ibu, mulai sekarang berhentilah mengatakan nakal pada anak. Berhati-hatilah mengucapkan kata-kata positif kepada mereka. Sebab, ucapan orang tua kepada anak adalah doa yang mustajab. Sebagai orang tua, sangat tidak ikhlas jika dibilang anak kita nakal. Karena itu, jangan pernah mengatakan nakal kepada anak sendiri dan juga kepada anak-anak lainnya.
Simorejo Oleh: Slamet Widodo Guru Matematika MTs Negeri 3 Bojonegoro